Selasa, 23 November 2010
Kamis, 23 September 2010

sore ini penat, peluh menggumpal kental di jidat, dan seperti biasa nasi kucing, tempe bakar, serta kopi selalu riang menemani senjaku. Heran, hanya mereka yg bisa menetralkan urat syarafkyu saat2 seperti ini. "Weiiitttss uda dulu nulisnya gan", sergah mas Ji, "makan dulu".
Beehh,,,gigitan sate usus terganggu gara2 ada sms "mangkeli" masuk,,,,"hei, I wanna break down at a moment!!" balasku. "ckckckckckc", lek man cekikikan liat mukaku. Sejurus kemudian makan pun lanjut.
Tak sengaja liat ke bawah, sepatuku yg sungguh tak layak, sobekan2 artistik penuh makna melingkari dan membalut sekujur tubuhnya, hiks kasihan, diapun malang. Aku pun memejam sesaat, meronta kata yg nikmat, dan "Alhamdulillah saja, karena kucing di depanku aja tak pernah mengeluh dengan kaki telanjangnya", semua adalah nikmat.
senja meraupiku dengan hembusan angin semilir yg merubah tatanan rambutku, ah tak, ini telah larut, aku lupa jidat belum terbasuh air wudlu. Untuk sore ini mungkin cukup."mas ji, pinten mas?? sekul tigo, kopi setunggal, tempe bakar sekawan, sate usus kaleh"
"gangsal ewu om..."
obrolan angkringan tak jadi gayeng, lek man lg sakit gigi, dekil lg mering karena tertolak cintanya,
"sing sabar yo kil....cewek ra mung kwi, mungkin dukunmu kurang sakti, wkwkwkwkwkwk"
ngayogjokarto, 23 sept 2010
aku, tukang ngopi
Minggu, 08 Agustus 2010
menertibkan prostitusi, atau meng-kerudungi SDM (nya)

Romadlon tinggal sepelontaran kerikil lagi, yah jika di hitung-hitung masih beberapa jam lagi sih :-)
, tp gempita yg membarenginya sungguh luar biasa,. Makam-makam keluarga yg tadinya, setiap malam jumat hanya di pandangi 2 pasang mata, sekarang sesak dikerubungi sanak "kadang"nya,(mereka kira doa hanya di awal romadlan aja pa yak??) hehhe boarlah, itu masalah mereka.
dibelahan sekitar yg lain, "megengan" semacam kenduren, ah,,,hajatan lah gampangnya, juga tak kalah ramainya akhir bulan sya'ban ini. Ternyata, dan hampir benar, masyarakat terus mengkultuskan hari-hari tertentu yang dianggap mubarok ini, ah,,,itu kan pemahaman, dan beberapa membenarkan. kabar buruk dari adat ini, hajatan, terkesan mengada-adakan "berkat" (semacam makanan) ditengah melonjaknya harga bahan pokok hidup, aiiih,,,,knp harus seperti itu kalau niatnya shodaqoh,,,mbok ya seadanya saja.
Sedikit menengok ke belahan bumi sebelah kiri, kita bisa melihat bahwa efek kedatangan Romadlon sangatlah luar biasa. Tempat ajeb-ajeb sering kedatangan tamu bersorban,(untuk merazia maksutnya), pak polisi pun kebanjiran job menelusuri perkampungan mesum, pun hanya untuk mengejar PSK-PSK yang dalilnya mencari nafkah (jangan2 cari duit buat buka puasa yak???wkwkwkwk), walhasil, para PSK ini harus rela mengurangi shift kerjanya, demi menhormati bulan suci.
menilik kejadian-kejadian rutin diatas ada beberapa usulan yang sempat saya diskusikan dengan teman se-angkringan. masalah PSK dgn jam terbangnya, sebenarnya ada solusi yg agak menggelitik, "itupun kalo mau", kata teman di sebelah.
"jadi begini" sahut teman yg lain,"daripada pak polisi sibuk ngejar2 PSK di saat waktunya tadarusan, mbok ya lebih baik istiqomah 'ngruwati" bulan suci ini. yg kerja biarkan kerja, toh itu kan ma'isyah mereka sendiri, kalo pak polisi nangkap2 mereka, apa pak polsisinya mau ngasih sahur buat anak2 pekerja sosial yag tak berstatus sosial ini??"
"wooooo,,ngawur" ketus mas Ji,"sudah sepantasnya dan sekodratnya ya pak polisi bertindak seperti itu,,,"
"tapi kang, dr pada pak polisi ini nguber-nguber prostitusi, lebih baik mereka ngajuin proposal kerja sama dgn pabrik kerudung, biarkan pekerja2 sosial ini berbenah di bulan penuh rahmad ini" tambah lek man
melihat kekisruhan ide diantara angkringers-angkringers ini,kang Tarjo tersentil nyeletuk, "miyabi sudah mengawali pake kerudung lho....nih lihat"
dan angkringan hampir ambruk gara2 terkoyak ketawanya mas Ji, (to be continue)
Kamis, 29 Juli 2010
Medali dari Tuhan

Tak tanggung2, medali perunggu ini di sematkan langsung oleh Dirjen DIKTI, ah,,,,,apalagi yg bisa di ingkari ketika nikmat seperti ini menderu menyatu dalam satu malam.
Tuhan,,,,terimaksih pertama ku persembahkan kepadaMu,Alhamdulillah,,,l
Denpasar, 24juli 2010 aku, mishbach
Minggu, 25 Juli 2010
Terima kasih Tuhan,,,,,,
Dunia mulai me-nyenja ketika ku ingat beberapa waktu yg lalu. Saat teman berfikirku tertunduk tertimpa bulan di malam pekat, sama pekatnya dengan fikirku. Sekarang baru tersadar bahawa rel kereta tak pernah di hubungkan dalam semalam, dan karena itulah wajahmu selalu men-dinding tegak, tepat dipojokan tiang penyangga kerajaan hatiku.
perkataan liar terus terceloteh dari beberapa rasa yang belum sempat teralirkan dengan tepat. Dan mungkin karena aliran sungai di samping rumah hijau ini masih membeku sehingga rasaku terus tertunduk oleh cantiknya rembulan diatas pohon akasia ini. Tuhan tidak berbohong bahwa parasmu diciptakan dari tanah pilihan di syurga. Sungguh tak berkata satu Malaikat pun ketika Tuhan meniupkan ruh dalam raga kecilmu.
wahai malam, cukup kusampaikan pada angin bahwa pekatmu pun tak mampu menutup sinar di wajahnya, apalagi mawar di kebun samping, dia hanya menjadi pendamping wanginya kelebatan bayangannya. sulit ku temukan simpul senyum seperti yg terurai dari bibir manis itU. masih lagi, ketika temanku bermasalah, hanya tuturnya yg mampu meredam, seperti sabda pandita ratu yg melapangkan permukaan bumi dgn ruh kedamain kata.
musim ini dan beberapa musim yg lalu telah tahu bahwa kecantikanmu selaras dengan kedamain yg terarah dalam perjalananku. ketika ku sadar bahwa langkahmu telah jauh menyebelahiku, dan nafas kita tergiring bersama angin2 sore, pun saat kakiku di langit atau bahkan saat di bawah tanah, senyummu terus menjejali retina fana' ku.
Tuhan,,,,,terima kasih, Engkau damaikan bumi alamku dengan akhlaknya
25 Juli 2010, dalam hening hati
aku, mishbach
Sabtu, 24 Juli 2010
sopo sing tekun golek "teken" bakal tekan

Kosa kata tekan muncul dari logat jawa kental yg sering men-desa. beberapa istilah aneh kadang mempunyai makna yg menelisik. Begitu juga dengan tekan,Tekan berarti kesampaian. Tekun, teken dan tekan merupakan deretan kata berjenjang. Siapa yang mau tekun, maka ia akan mendapatkan teken dan ia akan segera tekan atau kesampaian apa yang menjadi impiannya. Proses yg panjang harus dilalui setiap orang agar bisa sampai dalam tahap itu. Kadang, bahkan hampir selalu, jalan-jalan ini tak lurus dan halus, banyak kelokan tajam dan kerikil mengasah.
Dimulai saja dari tekun. Untuk istiqomah di tekun saja harus nafas senin kamis, belum lagi ketika dapat teken, tanggung jawab semakin besar. Namun teken ini merupakan pencitraan mata bantuan ketika ketajaman indera hati pekat. Banyak guna yg bisa di cerna ketika teken dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Perjalanan yg telah diawali dengan tekun dan disertai bantuan teken, insyallah akan tekan atau berhasil. Semua saat ada kalanya, begitu juga dengan keberhasilan yg kita rencanakan. Tak selamanya juga teken akan mampu menopang perjalanan, butuh inovasi disana. Dan mungkin itu yang sedang teralami, olehku (mungkin).
Sabtu, 17 Juli 2010
kata-kata Ku

aksaraku berbicara, aksaraku terbata-bata
koma ku menjeda, koma ku menghela
dan titik ku menghabis, titik ku menangis
pegal ini tak terbahasa, ketika kau tawarkan lencana
tp pegal ku terbahasa ketika kau tau ini saatnya,
saat -saat kita harus menghela nafas bersama
dan bertemu dalam pejam mata
ketika senyap dalam dekap genggaman kita
kau mutiara, tp kau disana
hanya dengan jidat mengkilat yg di sujud
mutiara ada di mata
tp lagi, kau tetap kau
dan aku selalu menjadi aku
cantik,,,,,ku tunggu kau dalam pejam
hanya ketika kau tersenyum dan mendekap
seperti saat itu
saat kita terpejam bersama
dalam malam yg sama pastinya
jogja, 18 Juli 2010
aku, yg memikir kamu
Selasa, 13 Juli 2010
Negara tanpa koma

Berbicara masalah koma, kita dekat sekali dengan tanda jeda. Sebuah penghenti lafadz untuk (mungkin) melanjutkan lafadz berikutnya. Kalau di analogikan dalam kitab suci (agama saya), koma mungkin sebuah tanda kecil yang membantu kita untuk menghela nafas dan kemudian kembali melantunkan makhraj-makhraj nya setelah mampu.
Tidak beda dalam negara koma ini, semua juga di jeda, dan pembacaan dengan titik terkadang menjadi tabu. Dalam perspektif yang lain, tapi hampir serupa, titik menjadi penutup kata dan ternyata sama-sama berfungsi untuk menyela. Sebuah pesan tanya dari pembaca, akankah koma dan titik ber-reinkarnasi menjadi tanda wasilah yang bertugas melanjutkan sebuah penjelasan??? tentunya "akan" ketika negara koma berubah menjadi TANPA.
14 Juli 2010
Jumat, 09 Juli 2010
hanya pisang goreng, tak coklat kej
tp tak apa, pisang goreng ini mampu membungkam kelaparan harap tiap masanya. sedikit menyoal ttg rasa, bahwa pisang goreng lebih berasa dr sekedar coklat keju, ah,,,,,kamuflase
lagi, ketika ini terjadi, waktu hanya selalu bisa merubahnya menjadi bentuk lain yg lebih sederhana, bahkan dari pisang goreng, atau pun coklat keju
pagi yg mendung.10 juli 2010
Selasa, 29 Juni 2010
tak seperti (sekenanya)

semua tersenyum saat kabar2 tersebar, tapi tak dipojokan itu, seorang kecil tertunduk memikir apa yg sedang dan akan terjadi. si kecil tau, ini bukan masa dimana harus mengerti semuanya, tp setidaknya dia mengerti bahwa sdh menjadi seharusnya ini semua.
si kecil sering berujar ke Tuhannya, ketika dia hanya mampu menunduk dan memohon dgn tangis dan tangan mendongak keatas. ah itu juga sering menjadi jimat baginya, katanya.
kembali ke ini masa, sebuah tanya kecil menjadi penghambat pemikiran ketika harus di telaah apakah harus menjadi nyata atau hanya sekedar fatamorgana sekenanya???
jawabnya itu ada di seberang, kata tetangga. ah sudahlah, ini hanya sebuah suara, yg tak seorang pun terlirik utk meng-iya-kannya.
dan dengan berkelakar bocah kecil itu berkata, ini bukan sebuah dogma, tapi realita, dan lelap menutup pemikiran dan celoteh2 nya.
jogja, 30 juni 2010, puncak malam dalam tunduk
aku, penghitung masa
Rabu, 23 Juni 2010
aku berkata, dan (kemudian) bersyukur
Semua teriak2 tak jelas menggerutu di sepanjang selasar. Suara yg sama juga terdengar dr gazebo. Muka2 memerah membumbui suasana yg semakin gerah. Tak lah aku bergelinjang di depan mereka., biar mereka sendiri yg memutuskan, mau di bawa kemana semester depan.
Hari ini penuh perisai, kekuatan ku pun tak se-biasa-mudahnya menembus. Banyak yg mungkin harus ku eja ulang, dan bahwa karena semua ini nyata, maka aku hanya tinggal berdoa. semoga tak bersiasat dengan pembahasan yg sama, seperti hari ini dan semester ini.
Seorang sahabat mengingatkan kalau "hanya ikhtiar lewat belajar itu sudah banyak yg melakoninya”. Sedikit Tanya dan entah mengapa aku mulai tertarik dengan pernyataannya. Dia menyambung, “rumput kecil yg dulu pernah kau basuh, sekarang kering, dan akan segera mati jika kau tak menyentuhnya kembali.” Benar juga, ada beberapa kebiasaan yg dulu selalu tak pernah nihil. Sekarang tak tau entah merantau kemana. Subhanallah sebuah pengingat yg datang dr seorang sahabat.
Malam ini menyambung beberapa rentetan scenario naskah Tuhan. Kembali dan lagi Tuhan memanjakanku dengan nikmat yg aku sendiri tak tahu harus mengucap apa untuk mensyukurinya. Alhamdulillah dan Alhamdulillah mungkin tak bisa mewakilinya.
Senyap dini hari semakin melelapkan suasana, dan diluar sepengetahuan beberapa semut ribut diluaran, ah itu urusan mereka. Sedari tadi mataku masih terjaga tak menentu akan terpejam kapan, terus dan terus nafas ini mengaksarakan pemikiran liarku. Aku hanya meng-amini saja ketika harus menelusur malam tanpa bayangmu, ya seketika aku teringat senyum simpul yang sering terekam dalam scenario otak lemahku. Bangga kadang, tapi tak selalu.
Hari ini akan ku tutup dengan celotehan tajam pemikir kecil dari pesisir utara, ah itu kana kan aku, sergahku. Begini, dunia ini untuk hari ini dan beberapa hari kedepan masih memihakku, tapi tak tau kapan keberpihakan ini akan selalu setia. Singkatnya, selama jalan ini masih pantas dilalui dengan tenang maka aku akan mencoba menelusur dengan akal dan hatiku. Menilik kondisi ini aku teringat kata-kata sang alkemis bahwa “pertanda selalu ada disetiap perjalanan, dan hanya legenda pribadimu yang akan tahu dimana pertanda-pertanda itu terletak” Mungkin di beberapa aksara tulisan ini membuat pembaca sedikit mengkerutkan dahi dan mulai berfikir akan esensi serta makna dari celoteh ini. 23 Juni 2010 ku tutup dengan harapan bahwa akan ada sesuatu yang bias meng-istiqomahkan aku dengan kondisi yang seperti ini, saat-saat Tuhan memanjakanku.
jogja, puncak malam, 23 juni 2010
aku, penghitung masa
Senin, 14 Juni 2010
ge-je sore2
ah males ngomong identitas....yg jelas hari ini aku sakit, lengkap kok, kepala, perut, meriang juga,,,,"hatinya juga sakit gak boss???" (celetuk teman sebelah), ah gak kok...hatinya gak skit,cuma memar aja,,,"ketabrak cewek ni yee??"(suara cempreng yg lain nyahut dr arah belakang) ah,,kalian tak tahu gmn rasanya nahan sakit perut di tempat seperti ini, diam!! dan mereka bisu. sedikit membiarkan tanganku memilih aksara apa yg akan di pencet, mulut ini sudah tak sabar merasa kopi hangat bikinan mas bejo, bakul angkringan sebelah kontrakan, ah, ternyata aku mencandu kopi ini,"lah yow,,,,cuma 1000 kok, lha pye ra nyandu"(si dekil datang, yg kali ini tanpa diundang dan pulang tanpa di antar, ahaa mirip leluhurmu saja). sruuputt,,,beehhh mantab gan kopinya, sedikit mengobat sakit kepala. hehehe kafein dikopi kan bisa mengembalikan gumpalan darah yg memojok di otak, ini teoriku, tak usah di sanggah.
terus menelusur sore pekat, fikirku melayang ke beberapa minggu yg lalu,"cantik ya dia"(sergah si dekil), ah sotoy koe kil, bukan itu yg sedang ku pikirkan,"trus siapa??? si kecil yg sering senyum2 itu??? ra usah ngipi koe Jo!!!!" (si dekil mengobar semangat menentangnya),,hahahaha salah gan, jawabku, sekarang ini fikiranku terfokus pada suatu masalah pelik yg tak bisa menunggu utk di slesaikan,,,,,"sok diplomatis koe gan"(mas bejo menimpali).hahaha itu tadi sedikit ceramah sore di warung angkringan yg mungkin di bilang ge-je oleh beberpa pembaca, "emang koe ge-je kok le"(mbah urip datang dan menyela tanpa koma),,huah mengagetkan
kembali berbicara maslah beberapa minggu yg lalu, masih hangat di CPU otakku yg akhir2 ini sering trjangkit virus, beberapa maslah penting yg harus di kerjakan,"lah yow apa??? garing ki ngenteni,,," (gertak dekil). santai kil,,,,sebenarnya bener juga sih apa yg tadi km benarkan di awal,"yg mana?? si kecil atau yg si gede??, ah akhire ngomongke bocah kae maneh,,,males aku, juteke ngaru oro ngono kok"(dekil melengos sambil menghisap dji sam soe nya), ahaaaaa, dekil memang seperti itu, terlalu naif sama orang2 jutek. tp tak utk ku, jutek adalah sebuah tantangan, yg mungkin bagi sebagian orang tak layak utk di kembangkan karena dari segi ekonomi dan sosiokultural kurang begitu di terima masyarakat," hoooeee ngomong opo e dab!!!" (sergah mas bejo), sory2 mas,,,,terlalu terikat pemikiran ekonomis dan sedikit liberalis yg penuh isis mungkin,,,hahahaha, gerrrr ketawa ngakak di angkringan.
pembaca sudah mulai bosen dengan cerita tak berarah ini kil,"biarin gan, biar mereka sedikit menerka hasil buncahan pemikiranmu", weleh2,,,kata2mu itu lho,,,intinya gini kil, mas bejo dan mas ji yg dr td cuma diam dan ketawa, semua rencana yg kita susun kemarin malem harus kita jalankan, tak penting melihat kiblat mereka apa, tak harus mengingat pandangan borjuis mereka, dan satu hal yg paling penting saudara2,,,kita sudah seperempat jalan, sayang kalu kita harus mundur,"hajjar bleh,,," (dekil mengepal tangan sambil berteriak), sante kil, kita telah menyusun strateginya. oke lah gan....
"gan2,,,orangnya lewat,,,"...wwiwiwiwiwiwiwiwiwi....."eddan,,,,kejjar jo,,,,,waduh g bawa kunci motor"(tiba2 mas ji berceloteh) "nih pake sepeda ontel ku",(dekil mencoba berbaik hati) maaf kil, ontelmu tak kan sanggup mengejar matic nya....
dan sore berakhir dengan ngowoh, domblong, tanpa hasil apa2
jogja,kota khayalan, 14 juni 2010
aku, mas bejo, dekil, mbah urip dan penikmat sego kucing disini, salam geerrr!!
Sabtu, 12 Juni 2010
dari Gie, sang demonstran

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Makkah
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza
tapi aku ingin habiskan waktuku disisimu sayangku,,,
Bicara tentang anjing2 kita yg nakal dan lucu
atau tentang bunga2 yg manis di lembah Mandalawangi
Ada serdadu2 Amerika yg mati kena bom di danau
Ada bayi2 yg mati lapar di Biafra
tapi aku ingin mati di sisimu manisku,,,
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
Tentang tujuan hidup yg tak satu setanpun tau
Mari sini sayangku,,,kalian yg pernah mesra
yg pernah baik dan simpati padaku
Tegaklah ke langit luas
atau awan yg mendung
Kita tak pernah menanam apa-apa
Kita tak kan pernah kehilangan apa-apa
Nasib terbaik adalah tidak pernah di lahirkan
yg ke dua, dilahirkan tapi mati muda
dan yg tersial adalah berumur tua
Berbahagialah mereka yg mati muda
Makhluk kecil, kembalilah dari tiada ke tiada
Berbahagialah dalam ketiadaanmu
catatan Soe Hok Gie
(sedikit) kolom sufi
Acuan dalam pengamalan tarekat bertumpu kepada tradisi dan akhlak nubuwah (kenabian), dan mencakup secara esensial tentang jalan sufi dalam melewati maqomat dan ahwal tertentu. Setelah ia tersucikan jasmaniahnya, kemudian melangkah kepada aktivitas aktivitas, yang meliputi:Pertama, tazkiyah an nafs atau pensucian jiwa, artinya mensucikan diri dari berbagai kecenderungan buruk, tercela, dan hewani serta menghiasinya dengan sifat sifat terpuji dan malakuti.
Kedua, tashfiyah al qalb, pensucian kalbu. Ini berarti menghapus dari hati kecintaan akan kenikmatan duniawi yang sifatnya sementara dan kekhawatirannya atas kesedihan, serta memantapkan dalam tempatnya kecintaan kepada Allah semata.
Ketiga, takhalliyah as Sirr atau pengosongan jiwa dari segenap pikiran yang bakal mengalihkan perhatian dari dzikir atau ingat kepada Allah.
Keempat, tajalliyah ar Ruh atau pencerahan ruh, berarti mengisi ruh dengan cahaya Allah dan gelora cintanya.
Qasrun = Merupakan unsur jasmaniah, berarti istana yang menunjukan betapa keunikan struktur tubuh manusia.
Sadrun = (Latifah al-nafs) sebagai unsur jiwa
Qalbun = (Latifah al-qalb) sebagai unsur rohaniah
Fuadun = (Latifah al-ruh) Unsur rohaniah
Syagafun = (Latifah al-sirr) unsur rohaniah
Lubbun = (Latifah al-khafi) unsur rohaniah
Sirrun = (Latifah al-akhfa) unsur rohaniah
Hal ini relevan dengan firman Allah SWT dalam hadist qudsi:
"Aku jadikan pada tubuh anak Adam (manusia) itu qasrun (istana), di situ ada sadrun (dada), di dalam dada itu ada qalbu (tempat bolak balik ingatan), di dalamnya ada lagi fu'ad (jujur ingatannya), di dalamnya pula ada syagaf (kerinduan), di dalamnya lagi ada lubbun (merasa terialu rindu), dan di dalam lubbun ada sirrun (mesra), sedangkan di dalam sirrun ada "Aku".
Ahmad al-Shirhindi dalam Kharisudin memaknai hadist qudsi di atas melalui sistem interiorisasi dalam diri manusia yang strukturnya yang dapat diperhatikan dalam gambaran di atas.
Pada dasarnya lathifah-lathifah tersebut berasal dari alam amri (perintah) Allah : "Kun fayakun", yang artinya, "jadi maka jadilah" (QS : 36: 82) merupakan al-ruh yang bersifat immaterial. Semua yang berasal dari alam al-khalqi (alam ciptaan) bersifat material. Karena qudrat dan iradat Allah ketika Allah telah menjadikan badan jasmaniah manusia, selanjutnya Allah menitipkan kelima lathifah tersebut ke
dalam badan jasmani manusia dengan keterikatan yang sangat kuat.
Lathifah-lathifah itulah yang mengendalikan kehidupan batiniah seseorang, maka tempatnya ada di dalam badan manusia. Lathifah ini pada tahapan selanjutnya merupakan istilah praktis yang berkonotasi tempat.
Umpamanya :
Lathifah al-nafsi sebagai tempatnya al-nafsu al-amarah.
Lathifah al-qalbi sebagai tempatnya nafsu al-lawamah.
Lathifah al-Ruhi sebagai tempatnya al-nafsu al-mulhimmah, dan seterusnya.
Dengan kata lain bertempatnya lathifah yang bersifat immaterial ke dalam badan jasmani manusia adalah sepenuhnya karena kuasa Allah.
Lathifah sebagai kendaraan media bagi ruh bereksistensi dalam diri manusia yang bersifat barzakhiyah (keadaan antara kehidupan jasmaniah dan rohaniah).
Pada hakekatnya penciptaan ruh manusia (lima lathifah), tidak melalui sistem evolusi. Ruh ditiupkan oleh Allah ke dalam jasad manusia melalui proses. Ketika jasad Nabi Adam a.s telah tercipta dengan sempurna, maka Allah memerintahkan ruh Nya untuk memasuki jasad Nabi Adam a.s.
Maka dengan enggan ia menerima perintah tersebut. Ruh memasuki jasad dengan berat hati karena harus masuk ke tempat yang gelap. Akhirnya ruh mendapat sabda Allah:
"Jika seandainya kamu mau masuk dengan senang, maka kamu nanti juga akan keluar dengan mudah dan senang, tetapi bila kamu masuk dengan paksa, maka kamupun akan keluar dengan terpaksa".
Ruh memasuki melalui ubun-ubun, kemudian turun sampai ke batas mata, selanjutnya sampai ke hidung, mulut, dan seterusnya sampai ke ujung jari kaki. Setiap anggota tubuh Adam yang dilalui ruh menjadi hidup, bergerak, berucap, bersin dan memuji Allah. Dari proses inilah muncul
sejarah mistis tentang karakter manusia, sejarah salat (takbir, ruku dan sujud), dan tentang struktur ruhaniah manusia (ruh, jiwa dan raga).
Bahkan dalam al Qur'an tergambarkan ketika ruh sampai ke lutut, maka Adam sudah tergesa gesa ingin berdiri. Sebagaimana firman Allah : "Manusia tercipta dalam ketergesa-gesaan" (Q.S.21:37).
Pada proses penciptaan anak Adam pun juga demikian, proses bersatunya ruh ke dalam badan melalui tahapan. Ketika sperma berhasil bersatu dengan ovum dalam rahim seorang ibu, maka terjadilah zygot (sel calon janin yang diploid ). Ketika itulah Allah meniupkan sebagian ruhnya (QS : 23 : 9), yaitu ruh al-hayat. Pada tahapan selanjutnya Allah
menambahkan ruhnya, yaitu ruh al-hayawan, maka jadilah ia potensi untuk bergerak dan berkembang, serta tumbuh yang memang sudah ada bersama dengan masuknya ruh al-hayat.
Sedangkan tahapan selanjutnya adalah peniupan ruh yang terakhir, yaitu ketika proses penciptaan fisik manusia telah sempurna (bahkan mungkin setelah lahir). Allah meniupkan ruh al-insan (haqiqat Muhammadiyah).
Maka dengan ini, manusia dapat merasa dan berpikir. Sehingga layak menerima taklif syari' (kewajiban syari'at) dari Allah dan menjadi khalifah Nya.
Itulah tiga jenis ruh dan nafs yang ada dalam diri manusia, sebagai potensi yang menjadi sudut pandang dari fokus pembahasan lathifah (kesadaran).
Lima lathifah yang ada di dalam diri manusia itu adalah tingkatan kelembutan kesadaran manusia.
Sehingga yang dibahas bukan hakikatnya, karena hakikat adalah urusan Tuhan (QS : 17 : 85), tetapi aktivitas dan karakteristiknya.
Lathifah al-qalb, bukan qalb (jantung) jasmaniah itu sendiri, tetapi suatu lathifah (kelembutan), atau kesadaran yang bersifat rubbaniyah (ketuhanan) dan ruhaniah.
Walaupun demikian, ia berada dalam qalb (jantung) manusia sebagai media bereksistensi. Menurut Al Ghazall, di dalam jantung itulah memancarnya ruh manusia itu. Lathifah inilah hakikatnya manusia. Ialah yang mengetahui, dia yang bertanggung jawab, dia yang akan disiksa dan diberi pahala. Lathifah ini pula yang dimaksudkan sabda Nabi "Sesungguhnya Allah tidak akan memandang rupa dan hartamu, tetapi ia memandang hatimu".
Lathifah al-qalb bereksistensi di dalam jantung jasmani manusia, maka jantung fisik manusia ibaratnya sebagai pusat gelombang, sedangkan letak di bawah susu kiri jarak dua jari (yang dinyatakan sebagai letaknya lathifah al-qalb) adalah ibarat "channelnya". Jika seseorang ingin berhubungan dengan lathifah ini, maka ia harus berkonsentrasi pada tempat ini. Lathifah ini memiliki nur berwarna kuning yang tak terhinggakan (di luar kemampuan indera fisik).
Demikian juga dengan Lathifah al-ruh, dia bukan ruh atau hakikat ruh itu sendiri. Tetapi lathifah al-ruh adalah suatu identitas yang lebih dalam dari lathifah al-qalb. Dia tidak dapat diketahui hakikatnya, tetapi dapat dirasakan adanya, dan diketahui gejala dan karakteristiknya. Lathifah ini terletak di bawah susu kanan jarak dua jari dan condong ke arah kanan. Warna cahayanya merah yang tak terhinggakan. Selain tempatnya sifat-sifat yang baik, dalam lathifah
ini bersemayam sifat bahimiyah atau sifat binatang jinak. Dengan lathifah ini pula seorang salik akan merasakan fana al-sifat (hanya sifat Allah saja yang kekal), dan tampak pada pandangan batiniah.
Lathifah al-sirri merupakan lathifah yang paling dalam, terutama bagi para sufi besar terdahulu yang kebanyakan hanya menginformasikan tentang tiga lathifah manusia, yaitu qalb, ruh dan sirr. Sufi yang pertama kali mengungkap sistem interiorisasi lathifah manusia adalah Amir Ibn Usman Al Makki (w. 904 M), yang menurutnya manusia terdiri dari empat lapisan kesadaran, yaitu raga, qalbu, ruh dan sirr.
Dalam temuan Imam al Robbani al Mujaddid, lathifah ini belum merupakan latifiah yang terdalam. Ia masih berada di tengah tengah lathifah al ruhaniyat manusia. Tampaknya inilah sebabnya sehingga al Mujaddid dapat merasakan pengalaman spiritual yang lebih tinggi dari para sufi sebelumnya, seperti Abu Yazid al Bustami, al-Hallaj (309
H), dan Ibnu Arabi (637 H). Setelah ia mengalami "ittihad" dengan Tuhan, ia masih mengalami berbagai pengalaman ruhaniah, sehingga pada tataran tertinggi manusia ia merasakan sepenuhnya, bahwa abid dan ma'bud adalah berbeda, manusia adalah hamba, sedangkan Allah adalah Tuhan.
Hal yang diketahui dari lathifah ini adalah, ia memiliki nur yang berwarna putih berkilauan. Terletak di atas susu kiri jarak sekitar dua jari, berhubungan dengan hati jasmaniah (hepar). Selain lathifah ini merupakan manifestasi sifat-sifat yang baik, ia juga merupakan
sarangnya sifat sabbu'iyyah atau sifat binatang buas. Dengan lathifah ini seseorang salik akan dapat merasakan fana' fi al-dzat, dzat Allah saja yang tampak dalam pandangan batinnya.
Lathifah al-khafi adalah lathifah al-robbaniah al-ruhaniah yang terletak lebih dalam dari lathifah al-sirri. Penggunaan istilah ini mengacu kepada hadis Nabi : "Sebaik-baik dzikir adalah khafi dan sebaik baik rizki adalah yang mencukupi". Hakikatnya merupakan rahasia Ilahiyah. Tetapi bagi para sufi, keberadaanya merupakan kenyataan yang tidak dapat dipungkiri. Cahayanya berwarna hitam, letaknya berada di atas susu sebelah kanan jarak dua jari condong ke
kanan, berhubungan dengan limpa jasmani. Selain sebagai realitas dari nafsu yang baik, dalam lathifah ini bersemayam sifat syaithoniyyah seperti hasad, kibir (takabbur, sombong), khianat dan serakah.
Lathifah yang paling lembut dan paling dalam adalah Lathifah al-akhfa. Tempatnya berada di tengah-tengah dada dan berhubungan dengan empedu jasmaniah manusia. Lathifah ini memiliki nur cahaya berwarna hijau yang tak terhinggakan. Dalam lathifah ini seseorang salik akan dapat merasakan'isyq (kerinduan) yang mendalam kepada Nabi Muhammad s.a.w. sehingga sering sering ruhaniah Nabi datang mengunjungi.
Relevan dengan pendapat al-Qusyairi yang menegaskan tentang tiga alat dalam tubuh manusia dalam upaya kontemplasi, yaitu:
Pertama, qalb yang berfungsi untuk mengetahui sifat-sifat Allah.Kedua, ruh berfungsi untuk mencintai Allah, dan
Ketiga, sirr berfungsi untuk melihat Allah.
Dengan demikian proses ma'rifat kepada Allah menurut al Qusyairi dapat digambarkan sebagai berikut dibawah ini.
Aktivitas spiritual itu mengalir di dalam kerangka makna dan fungsi rahmatan lil 'alamin; Tradisi kenabian pada hakekatnya tidak lepas dari mission sacred, misi yang suci tentang kemanusiaan dan kealam semestaan untuk merefleksikan asma Allah.
sumber: renungan Qolbu
Kamis, 10 Juni 2010
makhluk Tuhan untukmu

Yang menelepon kembali ketika kamu menutup telpon
Yang mau tiduran di bawah bintang dan mendengar detak jantungmu
Atau mau tetap terbangun untuk melihatmu tidur
Tunggulah seorang laki-laki yang mencium dahimu
Yang mau memamerkan dirimu pada dunia ketika kamu sedang keringetan
Yang menggenggam tanganmu di depan teman-temannya
Yang menganggap kamu tetap cantik tanpa riasan
Seseorang yang selalu mengingatkan kamu, betapa besar kepeduliannya padamu
dan betapa beruntungnya dia memilikimu
Seseorang yang berkata pada temannya: dialah orangnya…
jogja, 11 juni 2010
Mishbach baladewa
kasidah CINTA

Saat pertama bertemu
Salahkah aku terlalu mencintai
Dirimu yang tak mungkin
Mencintai aku
Oh Tuhan tolong
Kepadamu
Cinta pada pandangan pertama
Cinta yang bisa merubah jalan
Hidupku jadi lebih berarti
Oh mungkin, hanya keajaiban Tuhan
Yang bisa jadikan Hambanya yang cantik
Menjadi milikku
Aku bukanlah laki-laki
Yang mudah jatuh hatinya
senja kala jogja
aku, mishbach baladewa
Rabu, 09 Juni 2010
kita saling membutuhkan

Lakukan pada orang lain, apa yang kamu ingin orang lain lakukan pada mu
Jangan lakukan pada orang lain, apa yang kamu tidak ingin orang lain lakukan kepada mu
Lakukan pada orang lain, apa yang mereka ingin kamu lakukan, meskipun mereka tidak melakukan apa yang kamu inginkan
Jangan lakukan pada orang lain, apa yang mereka tak ingin kamu lakukan pada mereka, meskipun mereka melakukan apa yang kamu tidak inginkan pada mu
kadang, dibutuhkan manusia2 yg berjiwa besar hanya utk sekedar mengikhlaskan hal2 kecil, itu lah kita, manusia. sedikit menilik latar belakang kita yg di ciptakan dari tanah, maka sama sekali tak layak bagi kita utk mendewakan nafsu dan keinginan kita. semua ada jatahnya, ada saatnya kita butuh pertolongan sesama, begitu pula seballiknya, merka kadang juga sangat butuh kehadiran kita.
untuk semuanya, terima kasih kalain telah banyak membantu, semoga barokah. amin
dibawah pohon kering, jogja 09 juni 2010
aku, Mishbach Baladewa
Selasa, 08 Juni 2010
tatap matamu bagai busur panah
yg engkau lepaskan ke jantung hatiku
meski kau simpan cintamu masih
dekap nafasmu wangi hiasi suasana
saat ku kecup manis bibirmu
cintaku tak harus miliki dirimu
meski perih mengiris di segala janji
aku berdansa di ujung gelisah
diiringi syahdu lembut lakumu
kau sebar benih anggun jiwamu
namun kau tiada menuai buah cintaku
yg ada hanya sekuntum rindu
malam-malamku bagai malam seribu bintang
yang terbentang di angkasa bila kau disini
‘tuk sekedar menemani, ’tuk melintasi wangi
yang s’lalu tersaji di satu sisi hati
Sabtu, 05 Juni 2010
Jumat, 04 Juni 2010
kita diciptakan berpasangan

hawa tercipta di dunia untuk menemani sang adam,
ratu bilqis begitu serasi disandingkan dengan nabi sulaiman.
Rosululloh pun terlihat berwibawa ketika berjejal dengan sayidatina khadijah,
pun laila dan majnun seiring indah kisah2 mereka
dibelahan lain, romeo berjiwa dengan juliet.
jack dan rose mengisahkan cintanya bersama Titanic.
ken arok dan ken dedes begitu memaksakan kehendaknya.
sejarah pun telah mengingat rama dan shinta
belakangan, khaerul azzam pun menemukan Anna Althafunnisa
sialnya, surti dan tejo ikut juga meramaikan panggung ini,,,,,
janganlah engkau mengingkari ketika Tuhan telah mempertemukanmu dengan dia
karena Tuhan lebih tau apa yg terbaik utk mu dan utk nya
rasakan lah, maka dia pun akan merasakan hal yg sama,
walupun kalian seperti sepasang ruh yg terpisah raga
sekali lagi, karena kamu dan dia memang diciptakan utk bersama
puncak malam. dalam sepi loteng kebebasan
01 maret 2010
dan itu kamu
gak terasa fajar mulai mendekat, mengikat mata yg sedari tadi terjaga, sulit ku temukan mata air di tengah padang pasir seperti ini, tayammum, dan assalamualaikum warohmatuloh,,,,usai juga subuhku
dibelakangku bersujud, cakrawala menjingga menanda surya yg terjejali oleh awan, tp itu di sana, masih di timur, dan tak lebih sebesar koin aku melihatnya. disini masih gelap, antara bayang2 dan cahaya nyata.
debu halus semakin membatasi pandangan, levanter gurun pun menerbangkan butiran2 debu ini mengitari kepalaku. mataku masih berusaha menutup dan membuka saat beberapa karavan mendekat. baju mereka hitam, tak ada selain itu yg ku lihat. kuda besar, sorban yg melingkar, dan sarung pedang karavan ini pun tak lain selain hitam, semuanya pekat, sepekat pandangan dan fikiranku yg trus mengeja mengapa karavan yg di pimpin seorang baya, berjenggot, dan tak kulihat senyum di rautnya ini terus mendekat.
angin dan debu yg mengitariku tiba2 terdiam, sejurus dgn menempelnya kaki pimpinan karavan ini di pasir gurun. pandanganku mulai terang, terliihat di tangan laki2 kekar itu sbuah bungkusan, ah,,tp aku tak yakin, mungkin itu sebuah jasad mayat, atau mungkin itu binatang buruan mereka yg sudah mulai membusuk dan akan di hantamkan ke mukaku????? aku terus bertanya sampai salah satu diantara mereka membangunkanku dr keterperanjatan yg sangat. tubuhku gemetar, gigiku saling bertabrakan, dan peluh dingin semakin membasahi baju usangku.
awan mulai membiru, sinar hangat mulai menyilaukan bungkusan yg di bawa oleh lelaki kekar itu. putih berkilau sekilas ku lihat bungkusan itu. sesaat nafasku tersedak, mataku tak bisa membahasakan apa yg terpampang, tubuhku makin menggigil saat tanganku sampai di permukaan bungkusan itu, ,,SUBHANALLAH ternyata ini manusia, tp aku ragu,,,,dalam sesaat karavan mulai menjauh meninggalkan bungkusan putih ini di pangkuanku. ternyata tubuh yg berkilau itu di balut sutera.
terik cahaya semakin memperjelas bayangan2 fatamorgana dibeberapa lontaran batu di depanku. ternyata kain pembungkus itu bertuliskan kaligrafi arab kuno, sedikit kacau aku membahasakannya, dan ssetelah berkali2 menafsir ternyata kaligrafi itu melafadz "hiya min fadli Robbik" sesaat angin berhembus pelan menerbangkan suara pelan tanpa jasad "dia diciptakan utkmu,,,,bukalah cadar itu....". ragu tapi terpaksa, ku coba menyentuh sutera penutup rautnya, BISMILLAH,,,,,,,,,,,,,,tan
angin mengencang dan mengaburkan lagi pandangan fana' ku, debu2 mulai bersinggah, pandangku gelap, dan aku pun tersungkur dgn memeluk jasad dinginmu....
sesaat,,,,,aku terjaga, jam menunjukkan pukul 05.15.....ya Allah,,trnyata aku mimpi,tak apalah,,,,,hari ini harus ngurus kartu ujian tengah semester,ngumpul laporan DIHT,,,cepet cuk,,,,
dalam pengharapan yg sangat, jogja 12 April 2010
aku penghitung masa



